Penerimaan Program Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Indonesia: studi literatur
Penerimaan Program Tablet Tambah Darah
pada Remaja Putri di Indonesia: Studi Literatur
Acceptance of Iron Supplementation Program
among Adolescent Girls in Indonesia: A Literature Review
Kata Kunci: Anemia, Tablet Tambah Darah, Penerimaan Program,
Remaja Putri, Indonesia
ABSTRAK
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri
merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas.
Untuk mencegahnya, Pemerintah Indonesia menyelenggarakan program pemberian
Tablet Tambah Darah (TTD). Tingkat penerimaan atau kepatuhan konsumsi TTD pada
remaja putri menjadi tantangan kritis untuk dipahami.
Tujuan: Mengetahui penerimaan remaja putri
terhadap program pemberian TTD di Indonesia.
Ulasan: Delapan artikel yang membahas
penelitian di 5 provinsi di Indonesia menemukan cakupan program pemberian TTD
< 50% dan penerimaan program pemberian TTD yang sesuai standar yaitu
0-25,2%. Faktor yang memengaruhi konsumsi TTD pada remaja putri meliputi
pengetahuan, motivasi, efikasi diri, sikap, orang tua, teman sebaya, kebijakan
dan komitmen sekolah, serta TTD yang diberikan. Faktor positif mendorong
konsumsi TTD, sementara faktor negatif menghambat konsumsi TTD.
Kesimpulan: Penerimaan program pemberian
TTD di Indonesia masih sangat rendah. Diperlukan peningkatan edukasi kepada
remaja putri dan orang tua terkait definisi, penyebab, efek samping, dan gejala
anemia serta cara mengonsumsi, manfaat, dan risiko tidak mengonsumsi TTD;
perbaikan sistem distribusi TTD di sekolah; dan penyediaan fasilitas penunjang
konsumsi TTD.
PENDAHULUAN
Aku Septiana Choirun Nisa mau meresume nih dari jurnal ini, Anemia menjadi salah satu tantangan
serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Pada tahun 2019, sebanyak
30%wanita usia 15-49 tahun di seluruh dunia mengalami anemia. Anemia pada
remaja diketahui dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan, kemampuan
kognitif dan fisik, serta berdampak pada produktivitas kerja. Anemia merupakan sebuah kondisi dimana
tubuh mengalami kekurangan jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin
di bawah batas normal . Kondisi ini menyebabkan penurunan kapasitas darah dalam
membawa oksigen ke sel dan jaringan tubuh. Gejala yang umum terjadi yaitu
kelelahan, letih, lesu, merasa pusing atau sakit kepala, bahkan sesak napas. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program pemberian Tablet
Tambah Darah (TTD) atau iron folic acid (IFA) sejak tahun 2014. Program ini
disebut juga dengan Weekly Iron and Folic Acid Supplementation (WIFAS/WIFS).
TTD merupakan suplemen gizi dengan kandungan zat besi setara 60 mg besi
elemental dan 400 µg asam folat yang diberikan secara gratis melalui Puskesmas/Pustu
dan sekolah serta dapat diperoleh secara mandiri dari apotek terdekat.
Remaja putri menjadi salah satu target utama pemberian
tablet tambah darah karena adanya risiko ganda terkait anemia, yaitu
pertumbuhan cepat diikuti peningkatan masa eritrosit dan peningkatan kebutuhan
zat besi karena kehilangan darah saat menstruasi9 . Idealnya, program pemberian
TTD di sekolah dilakukan untuk remaja putri usia 12-18 tahun, dilakukan melalui
UKS/M di institusi pendidikan dengan menentukan hari minum bersama setiap
minggunya sesuai kesepakatan di wilayah masing-masing, dan TTD diberikan dengan
dosis 1 (satu) tablet per minggu sepanjang tahun.
METODE
Penelitian ini
merupakan penelusuran dan pengkajian literatur dengan metode naratif.
Penelusuran literatur dilakukan pada November 2023 terhadap literatur yang
dipublikasi dalam rentang 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2013-2023. Penelusuran
literatur dilakukan sesuai dengan Preferred Reporting Items for Systematic
Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) pada database internasional yaitu NCBI,
PubMed, Scopus, ScienceDirect dan database nasional yaitu Garuda. String kata
kunci pencarian yang digunakan yaitu iron AND supplementation AND program AND
adolescent AND (anemia OR anaemia) AND indonesia pada database internasional
atau tablet tambah darah AND program AND remaja AND anemia AND indonesia pada
database nasional. Literatur hasil penelusuran kemudian dimasukkan dalam
penelitian dan dikaji apabila memenuhi kriteria inklusi sebagaimana disajikan
pada Gambar 1. Adapun kriteria inklusi artikel yaitu artikel merupakan original
article, memiliki desain penelitian eksperimental atau observasional, dilakukan
dengan populasi masyarakat Indonesia, tersedia dalam bahasa Indonesia atau
bahasa Inggris, sesuai dengan tujuan penelitian, dan merupakan artikel dari
jurnal yang terindeks Scopus Q1-Q4 atau terindeks Sinta 1-Sinta 3.
DISKUSI
Terdapat 8 artikel mengenai penerimaan program Tablet Tambah
Darah (TTD) di Indonesia yang diperoleh dari hasil penelusuran sebagaimana
disajikan pada Tabel 1. Artikel yang diperoleh membahas mengenai cakupan dan
pelaksanaan program pemberian TTD, penerimaan TTD oleh remaja putri, serta
faktorfaktor yang memengaruhi penerimaan TTD di beberapa provinsi di Indonesia,
yaitu Jawa Barat10, Jawa Tengah11,12, Jawa Timur13–17, Nusa Tenggara Barat11,
dan Nusa Tenggara Timur13,14

Komentar
Posting Komentar